.png)
Jakarta, 2 Februari 2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada pembukaan perdagangan minggu ini, dengan penurunan hingga sekitar 4–5% pada sesi pagi. Pasar bereaksi terhadap kombinasi faktor domestik dan global—termasuk kekhawatiran mengenai transparansi pasar modal Indonesia serta pelemahan aset berisiko di pasar internasional seperti kripto dan saham AS.
Pernyataan Pemerintah
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak bereaksi emosional terhadap penurunan IHSG dan menekankan pendekatan yang tenang dan terukur dalam menanggapi volatilitas pasar. Pernyataan semacam ini dimaksudkan untuk menenangkan pelaku pasar dan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap stabilitas ekonomi.
Penyebab Utama: Kombinasi Domestik dan Global
1. Isu domestik: transparansi dan sentimen institusional
Dalam beberapa minggu terakhir pasar domestik menghadapi tekanan setelah adanya sorotan dari penyusun indeks global dan komentar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Perhatian semacam ini mendorong aksi jual dari investor asing dan memicu penurunan tajam pada saham-saham bernilai besar. Langkah-langkah reguler dan pembicaraan antara otoritas pasar dan penyusun indeks menjadi perhatian utama investor.
2. Dampak global: pelemahan aset berisiko (kripto & saham internasional)
Pasar global menunjukkan gejolak yang turut mempengaruhi aliran modal ke pasar berkembang. Contoh terkini: penurunan nilai Bitcoin dan pelemahan futures saham AS yang turut meningkatkan sentimen risk-off di kalangan investor. Pergerakan di pasar kripto dan saham global seringkali memperkuat aksi jual di pasar regional, termasuk Indonesia.
3. Faktor teknikal dan psikologis pasar
Penurunan signifikan menyebabkan level-level teknis (support/resistance) ditembus, memicu aksi jual lanjutan oleh algoritma dan investor yang melakukan cut loss—fenomena umum ketika volatilitas tiba-tiba meningkat. Analis teknikal memperkirakan koreksi masih berpotensi berlanjut sampai ada katalis positif yang memulihkan kepercayaan.
Dampak Ekonomi Jangka Pendek
Arus modal keluar jangka pendek berpotensi memperlemah nilai tukar dan meningkatkan volatilitas likuiditas di pasar modal.
Sektor-sektor tertentu (sektor dasar / komoditas, saham berkinerja lemah) kemungkinan akan mengalami tekanan bertahap.
Respons yang Sudah dan Opsi Kebijakan
Beberapa langkah yang disebutkan atau dapat ditempuh otoritas untuk meredam gejolak pasar meliputi:
Dialog dengan penyusun indeks global untuk menjelaskan langkah-langkah perbaikan tata kelola dan transparansi.
Kebijakan komunikasi yang jelas dan terukur untuk mencegah panik pasar—mis. pernyataan resmi yang menegaskan komitmen pada regulasi dan stabilitas (sudah terlihat lewat pernyataan mensesneg).
Reformasi teknis di pasar modal yang meningkatkan transparansi kepemilikan dan tata kelola bursa.
Kesimpulan
Pergerakan tajam IHSG pada 2 Februari 2026 merupakan hasil kombinasi faktor domestik—termasuk sorotan terhadap tata kelola pasar—dan faktor global seperti penurunan aset berisiko internasional (kripto, saham AS). Pemerintah memberi sinyal respons yang tenang dan menekankan kontrol kebijakan serta komunikasi, langkah yang penting untuk meredakan kepanikan pasar. Untuk stabilitas jangka menengah, tindakan perbaikan transparansi dan dialog dengan investor internasional menjadi kunci.






