2 min read384

Pemerintah Jaga Optimisme Ekonomi Indonesia, Kolaborasi Kebijakan Diyakini Perkuat Ketahanan Nasional

JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang positif meski menghadapi tekanan dari ketidakpastian ekonomi global. Sejumlah indikator ekonomi dinilai masih menunjukkan daya tahan yang kuat, sementara koordinasi antarotoritas terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

O

OP Admin

Published in Arah Informasi

Loading...
Pemerintah Jaga Optimisme Ekonomi Indonesia, Kolaborasi Kebijakan Diyakini Perkuat Ketahanan Nasional

Optimisme tersebut turut diperkuat oleh proyeksi lembaga internasional yang masih mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen pada 2026. Pemerintah menilai kombinasi kebijakan fiskal, moneter, serta dukungan sektor riil menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

IMF Pertahankan Outlook Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dana Moneter Internasional (IMF) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada tahun 2026.

Proyeksi tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi dunia. Di saat banyak negara menghadapi tekanan pertumbuhan, Indonesia dinilai masih memiliki peluang menjaga kinerja ekonomi melalui stabilitas makroekonomi dan permintaan domestik yang relatif kuat.

Airlangga Nilai Fluktuasi Rupiah Bersifat Eksternal

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pelemahan rupiah hingga berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Menurutnya, nilai tukar rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan pasar keuangan global, termasuk perubahan arus modal dan sentimen investor internasional. Sementara itu, kondisi fundamental ekonomi nasional dinilai masih terjaga dan tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi.

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Perlu Ditopang Banyak Instrumen

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa APBN tidak dapat menjadi satu-satunya penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menekankan perlunya memperkuat kontribusi investasi, dunia usaha, konsumsi masyarakat, ekspor, dan sektor industri agar struktur pertumbuhan ekonomi menjadi lebih seimbang. Dengan demikian, perekonomian Indonesia akan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap gejolak global.

Sinergi Kebijakan Jadi Penyangga Stabilitas Ekonomi

Pemerintah menilai koordinasi yang erat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor, menjaga stabilitas pasar keuangan, serta mendorong aktivitas ekonomi tetap bergerak positif. Pemerintah juga terus mengoptimalkan berbagai kebijakan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memperluas peluang investasi.

Dengan fundamental ekonomi yang tetap terjaga dan kolaborasi kebijakan yang semakin solid, pemerintah optimistis Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang sehat di tengah tantangan global. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing nasional dan menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles