Arah Informasi

Arah Informasi

3 min read2,508

Pidato Ekonomi Presiden Prabowo Subianto Jadi Sorotan, Arah RAPBN 2027 Kembali Dibahas Publik

Pidato Presiden Prabowo Subianto terkait arah ekonomi dan kebijakan fiskal RAPBN 2027 menjadi perhatian publik. Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pertumbuhan ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya berdampak pada penurunan kemiskinan dan penguatan kelas menengah.

O

OP Admin

Published in Arah Informasi

Loading...
Pidato Ekonomi Presiden Prabowo Subianto Jadi Sorotan, Arah RAPBN 2027 Kembali Dibahas Publik

Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Naiknya Angka Kemiskinan

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi nasional saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di hadapan DPR RI. Dalam pidatonya, Prabowo menilai pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Prabowo menyebut ekonomi Indonesia dalam tujuh tahun terakhir tumbuh sekitar 5 persen per tahun atau secara akumulatif mencapai sekitar 35 persen. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan dan justru diikuti meningkatnya jumlah masyarakat miskin serta penurunan kelas menengah.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku terkejut setelah menerima data ekonomi beberapa waktu setelah menjabat sebagai presiden. Ia mempertanyakan bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat terjadi cukup tinggi, tetapi kesejahteraan masyarakat belum meningkat secara optimal.

Presiden juga menilai persoalan tersebut harus dijelaskan secara ilmiah dan menjadi perhatian bersama pemerintah, akademisi, hingga pelaku ekonomi nasional. Menurutnya, arah kebijakan ekonomi harus memastikan pertumbuhan benar-benar dirasakan masyarakat luas, khususnya kelompok menengah dan masyarakat rentan.

Penurunan kelas menengah kembali menjadi perhatian pemerintah karena dinilai dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang. Pemerintah menilai penguatan lapangan kerja, stabilitas harga pangan, dan peningkatan pendapatan masyarakat menjadi faktor penting untuk memperkuat kembali kelompok kelas menengah Indonesia.

Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh Hingga 6,5 Persen pada 2027

Dalam pemaparan KEM-PPKF RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Target tersebut disebut sebagai bagian dari strategi menuju pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.

Pemerintah menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata. Karena itu, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0 hingga 6,5 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka diharapkan menurun ke kisaran 4,30 hingga 4,87 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi, arah kebijakan fiskal RAPBN 2027 juga menjadi perhatian publik. Pemerintah menargetkan defisit anggaran berada pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dengan belanja negara diproyeksikan mencapai 13,62 hingga 14,80 persen PDB.

Presiden menegaskan kebijakan fiskal akan dijalankan secara prudent dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah juga menargetkan stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta penguatan sektor produktif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pengamat ekonomi menilai pidato Prabowo menunjukkan adanya perhatian besar terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar angka pertumbuhan semata. Mereka menilai tantangan terbesar pemerintah ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan dan memperkuat daya beli masyarakat.

Dengan arah kebijakan fiskal yang mulai dibahas publik, RAPBN 2027 dipandang akan menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai sektor.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles