Arah Informasi
•2 min read•1,045

Transformasi Layanan Gizi Nasional: Menko Pangan Zulhas Beberkan Pembenahan Strategis Program MBG

JAKARTA — Pemerintah bergerak cepat memperketat tata kelola serta efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia. Langkah evaluasi dan pembenahan ini ditujukan untuk memastikan setiap porsi makanan yang sampai ke tangan murid memenuhi standar higienis, tepat sasaran, serta terbebas dari potensi penyimpangan anggaran.

O

OP Admin

Published in Arah Informasi

Loading...
Transformasi Layanan Gizi Nasional: Menko Pangan Zulhas Beberkan Pembenahan Strategis Program MBG

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memaparkan sejumlah pilar utama pembenahan yang tengah diakselerasi oleh pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Pemerataan Jangkauan Layanan di Wilayah Terluar

Pemerintah menaruh perhatian besar pada percepatan akses program di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) serta wilayah dengan tingkat kerawanan stunting yang masih tinggi. BGN terus memacu aktivasi ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru yang tersebar di wilayah Indonesia Timur, Sumatera, Kalimantan, hingga Bali. Guna memberikan kepastian operasional, penyusunan petunjuk teknis khusus pengelolaan SPPG di daerah terpencil kini tengah difinalisasi agar setiap unit memiliki acuan kerja yang terstandar.

Standarisasi Kelayakan Dapur Operasional dan Insentif

Keamanan serta mutu hidangan menjadi fokus utama melalui penataan kelaikan dapur penyedia dan penyaluran dukungan operasional harian. Pemerintah telah memberlakukan alokasi insentif operasional baru sebesar Rp2.000 per porsi sejak awal Oktober untuk menunjang kelancaran dapur. Di saat yang sama, puluhan ribu SPPG berstatus Surat Penetapan Sementara 2 (SPS 2) diwajibkan mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan terbebas dari rekam jejak insiden fatal sebelum melayani siswa.

Peningkatan Kualitas Makanan dan Inovasi Penyajian

Pendekatan penyajian hidangan di sekolah terus dikembangkan dengan mengadopsi praktik terbaik dari standar internasional. Skema penyajian secara prasmanan kini diuji coba pada puluhan SPPG di 10 provinsi untuk menjaga kehangatan masakan, menekan sisa makanan (food waste), serta menanamkan karakter mandiri pada siswa. Selain itu, pengawasan kebersihan dan aktivitas pengolahan di dapur diperketat melalui integrasi kamera CCTV serta teknologi kecerdasan buatan secara real-time.

Penguatan Akurasi Data dan Penegakan Hukum

Transparansi dan ketepatan alokasi anggaran diperketat demi menjaga akuntabilitas program nasional yang menjangkau puluhan juta penerima manfaat. Validasi dan sinkronisasi data sasaran dilakukan secara berkala guna mencegah risiko kebocoran dana maupun ketidaktepatan sasaran penyaluran. Pemerintah juga menegaskan sikap tanpa toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran atau tindakan koruptif dalam pelaksanaan program di lapangan.

"Kekurangan harus dibenahi, tata kelola ditertibkan, dan penyimpangan kita tindak tegas," ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles