
BOGOR — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) secara resmi menggelar Program Penguatan Nasionalisme bagi ratusan siswa dan siswi di kawasan Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan intensif yang berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 5 September hingga 6 Oktober 2026 ini, dirancang untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, produktif, dan berwawasan luas.
Program pembinaan ini menjadi komitmen nyata pemerintah dalam menyiapkan para pelajar sebagai pilar utama pembentuk Generasi Emas Indonesia yang memiliki kedisiplinan tinggi serta kepedulian sosial terhadap bangsa dan negara.
Cakupan Kurikulum Luas: Dari Kedisiplinan hingga Literasi Digital
Berbeda dari persepsi umum bahwa pelatihan bela negara hanya berfokus pada baris-berbaris atau latihan kedisiplinan fisik, kurikulum yang disajikan Kemenhan dalam program ini mencakup berbagai materi adaptif. Para peserta dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan, hingga kemampuan literasi digital untuk menavigasi arus informasi di era modern.
Pendekatan komprehensif ini dihadirkan agar para pelajar tidak hanya memiliki ketahanan fisik dan mental, tetapi juga cerdas secara intelektual serta mumpuni dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.
Penguatan Karakter Mandiri dan Produktif Generasi Muda
Kemenhan menegaskan bahwa esensi utama dari bela negara bagi kalangan pelajar adalah membangun kesadaran kritis sebagai warga negara. Melalui berbagai simulasi, dinamika kelompok, dan pembekalan materi di Unhan, para peserta didorong untuk memupuk sikap mandiri, berjiwa produktif, serta responsif terhadap dinamika lingkungan sekitar.
Langkah ini dipandang penting untuk membentengi generasi muda dari potensi degradasi moral, radikalisme, dan dampak negatif globalisasi yang melanda dunia pendidikan saat ini.
Pembentukan Karakter Menuju Indonesia Emas
Pelatihan yang diikuti oleh pelajar dari pelbagai latar belakang ini diharapkan menjadi percontohan penguatan karakter anak muda berbasis nilai-nilai Pancasila. Dengan pembekalan yang seimbang antara kedisiplinan, pemahaman kebangsaan, dan kecakapan digital, para siswa yang lulus dari program ini diproyeksikan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) serta teladan di lingkungan sekolah dan masyarakat masing-masing.
.png)











