
Perubahan tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program sebelumnya. Kemhan menilai peserta SPPI membutuhkan pembekalan yang lebih menitikberatkan pada kepemimpinan, tata kelola organisasi, dan pembentukan karakter, sehingga materi pelatihan disesuaikan dengan fungsi mereka sebagai penggerak pembangunan ekonomi berbasis koperasi.
Pendekatan Pembinaan Berubah
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa istilah Latihan Dasar Kemiliteran tidak lagi digunakan dalam program SPPI.
Sebagai penggantinya, seluruh rangkaian pembekalan diarahkan pada penguatan nilai bela negara yang dipadukan dengan kompetensi manajerial. Menurut Kemhan, perubahan tersebut bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki disiplin, integritas, kemampuan memimpin, dan kecakapan mengelola organisasi.
Dengan perubahan ini, pola pelatihan lebih mencerminkan kebutuhan peserta sebagai calon pengelola koperasi dibandingkan sebagai peserta pendidikan bercorak militer.
Materi Lebih Relevan dengan Penugasan
Kurikulum pelatihan juga mengalami penyesuaian.
Materi mengenai kepemimpinan, komunikasi organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, tata kelola koperasi, penyelesaian masalah, dan pengambilan keputusan diperkuat sebagai bekal utama peserta.
Di sisi lain, kegiatan yang identik dengan latihan dasar kemiliteran, termasuk latihan menembak, tidak lagi dimasukkan dalam program. Latihan fisik tetap diberikan, namun diarahkan untuk membangun kebugaran, kedisiplinan, dan kerja sama, bukan untuk membentuk kemampuan tempur.
Bela Negara Menjadi Landasan Karakter
Kemhan menegaskan bahwa perubahan format tidak menghilangkan substansi bela negara.
Peserta tetap memperoleh pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, semangat persatuan, etika pelayanan publik, integritas, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Nilai-nilai tersebut dipandang penting agar lulusan SPPI mampu menjalankan peran sebagai pemimpin yang memiliki orientasi pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan pemerintah.
Evaluasi Jadi Dasar Penyempurnaan
Perubahan format pelatihan dilakukan setelah Kemhan mengevaluasi pelaksanaan program secara menyeluruh.
Evaluasi meliputi standar seleksi, pemeriksaan kesehatan, sistem pengawasan selama pelatihan, metode pembelajaran, hingga mekanisme pendampingan peserta. Hasil evaluasi menjadi dasar bagi penyusunan model pelatihan yang dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta dan tujuan program.
Keselamatan dan Kesehatan Diperkuat
Dalam pelaksanaan program berikutnya, Kemhan juga memperkuat aspek kesehatan dan keselamatan peserta.
Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan lebih komprehensif sebelum pelatihan dimulai, disertai pemantauan kondisi fisik selama kegiatan berlangsung serta peningkatan kesiapan layanan kesehatan di lokasi pelatihan.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan program sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi peserta.
Menyiapkan SDM untuk Pembangunan Berbasis Koperasi
Program SPPI tetap menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.
Melalui pendekatan baru yang mengintegrasikan bela negara dengan kemampuan manajerial, pemerintah berharap lulusan SPPI memiliki kompetensi kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi, serta integritas yang dibutuhkan untuk memperkuat koperasi sebagai pilar pembangunan ekonomi masyarakat.













