3 min read437

Mama Sinta Tegaskan Datang ke Jakarta Secara Mandiri, Bantah Isu Intimidasi dan Fasilitas Khusus

Tokoh perempuan adat asal Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, membantah berbagai narasi yang beredar di media sosial terkait keberangkatannya ke Jakarta. Ia menegaskan seluruh perjalanan dilakukan secara mandiri menggunakan penerbangan komersial dan tidak berada di bawah tekanan maupun pengawasan pihak tertentu.

O

OP Admin

Published in Arah Informasi

Loading...
Mama Sinta Tegaskan Datang ke Jakarta Secara Mandiri, Bantah Isu Intimidasi dan Fasilitas Khusus

Mama Sinta Klarifikasi Berbagai Narasi yang Beredar

Yasinta Moiwend atau yang lebih dikenal sebagai Mama Sinta akhirnya memberikan klarifikasi langsung terkait berbagai informasi yang beredar setelah dirinya melaporkan dugaan penggunaan wajah tanpa izin dalam film dokumenter Pesta Babi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Mama Sinta membantah sejumlah narasi yang menyebut dirinya diterbangkan ke Jakarta menggunakan jet pribadi maupun mendapatkan fasilitas khusus dari pihak tertentu. Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ia alami.

Mama Sinta menegaskan bahwa dirinya berangkat menggunakan pesawat komersial seperti masyarakat pada umumnya. Ia mengaku melakukan perjalanan bersama penumpang lain dan tidak pernah menggunakan pesawat jet pribadi sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang menurutnya telah berkembang jauh dari fakta sebenarnya.


Perjalanan ke Jakarta Dilakukan dengan Biaya Pribadi

Dalam wawancara yang disampaikan kepada sejumlah media, Mama Sinta menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Jakarta sepenuhnya dilakukan atas inisiatif pribadi.

Ia mengungkapkan bahwa perjalanan dimulai dari wilayah Wanam menuju Merauke, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jayapura sebelum akhirnya terbang ke Jakarta menggunakan penerbangan reguler yang tiketnya dibeli secara mandiri.

Mama Sinta juga membantah tuduhan yang menyebut dirinya mendapat dukungan logistik atau fasilitas penerbangan dari pengusaha tertentu maupun kelompok tertentu.

Menurutnya, tujuan kedatangannya ke Jakarta sangat jelas, yakni mencari keadilan terkait penggunaan wajah dan identitas dirinya yang muncul dalam film dokumenter Pesta Babi tanpa persetujuannya.

Dengan penjelasan tersebut, Mama Sinta berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih utuh dan tidak terpengaruh oleh narasi yang belum tentu benar.


Bantah Tuduhan Intimidasi dan Pengawasan Selama di Jakarta

Selain membantah isu penggunaan jet pribadi, Mama Sinta juga menepis kabar yang menyebut dirinya mengalami intimidasi atau berada dalam pengawasan pihak tertentu selama berada di Jakarta.

Ia menyatakan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal, termasuk menghadiri kegiatan ibadah dan berinteraksi dengan masyarakat sebagaimana biasanya. Dalam keterangannya, Mama Sinta bahkan menceritakan bahwa dirinya masih dapat beribadah di gereja dan makan di warung sederhana di sekitar lokasi aktivitasnya tanpa hambatan apa pun.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons terhadap berbagai unggahan media sosial yang menyebut dirinya berada dalam tekanan aparat atau pihak tertentu setelah melaporkan kasus yang berkaitan dengan film Pesta Babi. Namun Mama Sinta menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ia alami secara langsung.

Bagi Mama Sinta, penting untuk menyampaikan fakta secara terbuka agar tidak muncul kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.


Fokus Memperjuangkan Hak dan Mencari Keadilan

Di tengah berbagai polemik yang berkembang, Mama Sinta menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mencari keadilan terkait dugaan penggunaan wajah dan identitas dirinya tanpa izin dalam film dokumenter Pesta Babi.

Ia berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat memberikan kejelasan mengenai persoalan yang dilaporkannya. Menurutnya, langkah hukum yang ditempuh bukan untuk menciptakan konflik baru, melainkan untuk memperjuangkan hak setiap individu agar identitas dan dokumentasi pribadinya tidak digunakan tanpa persetujuan.

Kasus ini kemudian menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut persoalan film dokumenter, tetapi juga menyentuh isu yang lebih luas mengenai hak privasi, perlindungan data pribadi, dan etika penggunaan identitas seseorang dalam karya yang dipublikasikan kepada masyarakat.

Sementara proses hukum masih berlangsung, Mama Sinta berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara objektif berdasarkan fakta yang ada, bukan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles