
Jakarta – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Sekitar 5.000 buruh dari berbagai organisasi serikat pekerja turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.
Sejak pagi hari, massa mulai berkumpul di kawasan sekitar kompleks parlemen. Mereka datang secara berkelompok dengan membawa bendera organisasi, spanduk, serta poster yang berisi tuntutan dan kritik terhadap kebijakan yang dinilai belum berpihak pada pekerja. Aksi ini menjadi salah satu titik utama peringatan May Day di ibu kota.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para perwakilan buruh menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi pekerja, seperti sistem kerja yang dianggap merugikan, upah yang dinilai belum layak, hingga lemahnya perlindungan terhadap hak-hak buruh. Mereka juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan pekerja di tengah tantangan ekonomi dan dinamika dunia kerja yang terus berubah.
Selain menyampaikan aspirasi melalui orasi, massa juga melakukan aksi damai dengan menjaga ketertiban selama berlangsungnya kegiatan. Aparat keamanan tampak berjaga di sejumlah titik untuk memastikan aksi berjalan kondusif serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi. Hingga siang hari, aksi berlangsung relatif tertib tanpa insiden berarti.
Puncak dari kegiatan tersebut adalah diterimanya perwakilan buruh oleh pimpinan DPR RI. Audiensi yang berlangsung di dalam gedung parlemen ini menjadi momen penting bagi buruh untuk menyampaikan secara langsung tuntutan dan harapan mereka kepada para pengambil kebijakan.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan buruh memaparkan sejumlah isu krusial yang menjadi perhatian utama kalangan pekerja. Mereka berharap DPR dapat berperan aktif dalam mendorong regulasi yang lebih berpihak kepada buruh, termasuk dalam hal perlindungan tenaga kerja, jaminan sosial, serta peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh.
Pimpinan DPR yang menerima audiensi tersebut menyatakan kesediaannya untuk menampung seluruh aspirasi yang disampaikan. Mereka menegaskan bahwa masukan dari kalangan buruh akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan terkait ketenagakerjaan di tingkat legislatif.
Aksi May Day ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian tuntutan, tetapi juga simbol solidaritas antarpekerja. Ribuan buruh yang hadir menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan masih menjadi perhatian penting yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Momentum peringatan Hari Buruh Internasional setiap tahunnya memang kerap dimanfaatkan oleh pekerja untuk menyuarakan hak dan kepentingan mereka. Tahun ini, harapan besar kembali disampaikan agar pemerintah dan DPR dapat mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.
Dengan adanya dialog antara buruh dan DPR, diharapkan tercipta komunikasi yang lebih konstruktif antara pekerja dan pembuat kebijakan. Aspirasi yang disampaikan diharapkan tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan buruh di tanah air.



.png)









